Tips Cara Berpidato di Depan Umum yang Baik dan Benar

CaraPedi.com| Pidato Anda di depan umum, baik itu dalam sebuah presentasi bisnis, pidato keagamaan, sambutan maupun public speaking lainnya, sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kualitas intelektual Anda. Jika pidato yang Anda sampaikan berkualitas, efektif dan sampai pada inti dari apa yang ingin Anda sampaikan, maka tentu orang lain akan menilai Anda sebagai pribadi yang berkualitas.

Tidak semudah yang kita lihat memang, pidato adalah seni dalam memilih diksi (kata-kata) yang baik dan mudah dipahami serta kontrol terhadap ekspresi dan intonasi dalam penyampaiannya. Hampir bisa dikatakan bahwa pengalaman pertama seseorang dalam menyampaikan pidato pasti mengalami gangguan psikis yang amat berat. Tidak percaya diri, nervous (demam panggung), lidah kelu dan lain sebagainya. Itulah mengapa, latihan pidato sejak bangku sekolah sangat diperlukan. Karena menurut saya, pidato adalah sebuah kebiasaan. Jika Anda telah terbiasa berpidato di depan umum, tentu Anda sangat bisa menguasai diri di depan umum.

Tips Cara atau Teknik Berpidato di depan Umum:

Fase Persiapan:

  1. Buatlah Konsep Pidato.
    Konsep pidato yang baik adalah yang runtut dan saling berkesinambungan. Buatlah inti dari pidato yang ingin disampaikan (hindari pengulangan materi). Setelah itu kembangkan dengan menambahkan sedikit humor dan cerita atau kisah pribadi yang relevan dengan topik pidato. Cara ini efektif untuk menekan perasaan gugup dan mampu mengingatkan kita pada urut-urutan materi pidato.
  2. Berlatihlah di depan Kaca.
    Jika sudah menguasai keseluruhan isi pidato, berlatihlah di depan kaca dengan ekspreksi dan intonasi (naik turunnya tekanan suara) seolah Anda sedang berada dihadapan orang banyak.
  3. Cari Referensi.
    Carilah referensi pidato yang berupa video di Youtube.com dan pelajari bagaimana orang-orang besar berpidato di hadapan orang banyak. Pelajari mimik, gaya bahasa dan intonasinya.
  4. Perhatikan Lingkungan dan Audien.
    Jika menggunakan mikrophone, perhatikan apakah volumenya keras atau tidak. Ini yang nanti akan menentukan sikap Anda di depan apakah perlu sedikit agak lebih dekat dengan mik atau tidak. Jika suara Anda kecil dan terlalu jauh dari mik, tentu Anda harus setengah berteriak agar bisa terdengar jelas oleh audien, hal ini akan menguras tenaga Anda dan mempengaruhi kontrol terhadap ritme nafas.
    Selain itu, kenali Audien, dengan bertanya kepada panitia siap saja tamu undangan penting yang hadir. Apakah yang bersangkutan langsung atau diwakili.
  5. Rileksasi.
    Lakukanlah rileksasi dengan cara yang Anda biasa lakukan. Kebiasaan saya sebagai umat muslim, selalu mengucapkan lafal berikut ini secara berulang-ulang sebelum berpidato:
    Robbis syorli sodri wa yas sirli amri wah lul ‘uqdatam billisani yafkohu qouli.

Fase Pidato:

  1. Awali dengan Senyuman.
    Mulailah dengan senyum dan tarikan nafas yang cukup kemudian keluarkan kata pertama dengan nada yang meyakinkan. Senyum Anda tidak hanya akan membuat Anda lebih rileks, tapi juga membuat audien merasa lega karena melihat Anda tidak gugup.
  2. Sapalah Audien.
    Setelah melakukan pembukaan, sapalah para audien dengan diawali tamu undangan penting, dan disusul sapa kepada seluruh audien. Itulah mengapa pada fase persiapan Anda harus bertanya kepada panitia siapa saja tamu undangan khusus yang hadir.
  3. Jangan Tampakkan Kegugupan Anda.
    Beberapa orang yang saya jumpai menyampaikan permintaan maaf atas kegugupannya pada saat berpidato. Hal ini selain tidak penting untuk disampaikan, juga akan mempengaruhi ketegangan pada para audien karena khawatir Anda akan melakukan kesalahan yang disebabkan oleh kegugupan yang Anda rasakan.
  4. Berdirilah dengan berwibawa.
    Penampilan Anda dipanggung, termasuk bagaimana Anda berdiri sangat mempengaruhi penilaian audien. Berdirilah yang tegak dengan sikap yang berwibawa dan enak dipandang mata.
  5. Kontrol Intonasi dan Artikulasi.
    Naik turun tekanan suara (intonasi) dan kejelasan dalam melafalkan kata perkata (artikulasi) pada saat Anda berpidato sangatlah penting untuk membuat audien tetap terjaga konsentrasinya dalam mendengarkan pidato Anda.
  6. Perhatikan Waktu.
    Pidato yang menarik bisa berbalik menjadi membosankan jika Anda tidak memperhatikan waktu. Buatlah pidato yang ringkas, berisi dan inti dari pidato tersampaikan. Jadi, jika waktu yang dialokasikan sudah habis, sebaiknya Anda segera menyelesaikan isi pidato Anda.

Demikianlah tips cara menyampaikan pidato di depan umum yang baik. Semoga sukses dengan pidato yang akan Anda sampaikan. Jika Anda suka artikel ini, mohon Like dan Twit dengan klik tombol like di bawah ini. Terima kasih.

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.