Cara, Biaya dan Syarat Mengambil Akta Cerai

cara biaya syarat mengambil akta cerai

CaraPedi.com| Cara, Biaya dan Syarat Mengambil Akta Cerai – Akta cerai merupakan akta autentik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, dalam hal ini adalah panitera Pengadilan di tempat perkara cerai tersebut disidangkan setelah proses perceraian dikabulkan oleh Majelis Hakim. Akta cerai ini penting karena selain digunakan sebagai dokumen status pernikahan seseorang apakah masih berstatus suami atau isteri seseorang atau sudah menjadi janda dan duda. Terkadang para pihak yang bercerai ingin segera mengambil akta cerai karena akan digunakan untuk menikah lagi atau untuk sekedar pegangan jika ada masalah.

Lalu bagaimana cara mengambil Akta cerai dan berapa biaya untuk mengambil akta cerai serta apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk mengambil akta cerai? berikut ini saya share hasil wawancara saya dengan petugas meja informasi Pengadilan Agama yang berada tidak jauh dari rumah saya.

A. Syarat Mengambil Akta Cerai

  1. Syarat pertama yang harus Anda siapkan adalah aseli Kartu Tanda Penduduk atau KTP berikut fotokopinya sebanyak 1 lembar. Biasanya mereka akan minta fotokopi KTP untuk digunakan sebagai tanda bukti bahwa Anda sudah mengambilnya meskipun pada saat pengambilan petugas tetap akan meminta tanda tangan sebagai bukti pengambilan akta cerai.
  2. Selain Fotokopi KTP, sebaiknya Anda juga membawa Surat Kuasa untuk Membayar (SKUM) yang Anda peroleh pada saat pendaftaran, atau jika Anda Tergugat atau Termohon bawalah surat panggilan sidang dari pengadilan. Selain sebagai bukti bahwa memang Anda adalah pihak yang berperkara di pengadilan tersebut, dokumen tersebut akan mempermudah petugas untuk mencari Akta Cerai Anda karena di dalamnya memuat nomor perkara Anda.
  3. Jika Anda tidak punya waktu untuk mengambil, maka Anda bisa minta tolong kepada orang lain untuk mengambilnya. Syaratnya harus ada surat kuasa di atas meterai 6000 yang diketahui oleh Kepala Desa atau Lurah setempat yang dalam uraiannya secara khusus menyebutkan bahwa pihak yang menerima kuasa diberi kuasa untuk mengambil akta cerai atas nama Pemberi kuasa serta menyebutkan juga nomor perkara Anda. Namun jika dari awal sudah menggunakan jasa pengacara untuk mengurus perceraian, maka Anda hanya terima beres saja karena biasanya di dalam surat kuasa khususnya juga sudah mencakup pengambilan akta cerai.

B. Cara Pengambilan Akta Cerai

  1. Jika Anda mengambil sendiri atau melalui kuasanya di kantor pengadilan tempat perkara Anda disidangkan, maka datanglah langsung ke kantor pengadilan dengan menemui petugas jaga (satpam) dan sampaikan kalau Anda mau ke mengambil Akta cerai, maka nanti Anda akan di arahkan ke Meja III tempat pengambilan Akta cerai dan salinan putusan.
  2. Setelah itu, serahkan fotokopi KTP berikut aslinya dan juga SKUM atau surat panggilan sidang kepada petugas. Dalam hal SKUM atau surat panggilan sidang tidak ada, beritahu saja nomor perkara Anda. Maka petugas akan langsung menyerahkan Akta Cerai Anda dan biasanya sudah berikut dengan salinan putusannya.
  3. Lalu bagaimana jika perkara cerai Anda disidangkan di Pengadilan yang berada di luar kota tempat domisili Anda saat ini? Maka Anda dapat datang ke kantor Pengadilan Agama di kota Anda lalu menyerahkan semua syarat atau dokumen yang sudah tersebut di atas. Memang petugas tidak dapat langsung memberikan Akta cerainya secara langsung tapi pihak kantor Pengadilan tempat Anda tinggal nanti akan meneruskan permintaan Anda dengan mengirim surat permohonan pengiriman Akta cerai ke Pengadilan Agama tempat perkara Anda disidangkan.

C. Biaya Pengambilan Akta Cerai.

Biaya pengambilan Akta cerai tidak mahal, merujuk pada tarif jenis PNBP dan hak-hak Kepaniteraan Lainnya, maka berdasarkan Peraturan Presiden nomor 53 tahun 2008 tanggal 23 Juli 2008, biaya pengambilan Akta cerai adalah sebesar Rp.5.000,-. Jadi jika ada yang menetapkan biaya pengambilan akta cerai lebih dari Rp.5000,- sebaiknya Anda sampaikan bahwa menurut peraturan hanya 5000.

Sedangkan salinan Putusan atau Penetapan dihitung perlembarnya Rp.300,- dikalikan jumlah halaman putusan atau penetapan perkara. Berbeda dengan akta cerai yang besaran biaya pengambilannya sudah ada peraturannya, biaya perlembar salinan putusan disesuaikan juga dengan daerahnya. Semakin jauh dari pulau Jawa biasanya harga perlembarnya semakin mahal.

Demikianlah penjelasan singkat tentang bagaimana cara mengambil akta cerai beserta syarat dan biayanya. Semoga bermanfaat dan jika Anda menyukai artikel ini mohon share dengan memberikan like atau twit atau jika ada yang ingin ditanyakan bisa sampaikan di kolom komentar. Terima kasih.

Share yuk:
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Komentar

  Subscribe  
Kabari saya jika