2 Cara Sederhana Mengendalikan Emosi pada Diri Sendiri – Dijamin

tips cara mengendalikan emosi marahCaraPedi.com| Cara Mengendalikan Emosi pada Diri Sendiri – Banyak orang yang salah kaprah dalam memaknai kata Emosi. Jika seseorang mengatakan: “saya sedang emosi”, maka kita akan menangkapnya bahwa orang tersebut sedang marah. Padahal emosi itu sebenarnya merupakan reaksi yang timbul akibat perbuatan seseorang atau pun kejadian tertentu. Reaksi itu sendiri dapat berupa cinta, benci, takut, marah, cemburu dan lain sebagainya. Sehingga para psikolog membaginya menjadi 2 kategori yaitu emosi positif dan negatif.

Namun kebanyakan masyarakat kita menyempitkan makna emosi hanya dalam bentuk marah saja. However, terlepas dari salah kaprah tersebut, untuk menyamakan persepsi, maka dalam artikel ini, kata emosi yang akan saya tulis dibawah ini harus dipahami sebagai reaksi amarah terhadap perbuatan seseorang atau kejadian dan situasi yang menimpa pada diri kita. Marah atau emosi sebenarnya bukan hal yang dilarang jika diluapkan dengan cara yang benar karena terkadang itu menjadi cara efektif untuk mengontrol situasi yang tidak terkendali. Namun tentu akan menjadi tidak baik jika emosi tersebut diluapkan secara berlebihan bahkan seringnya justru semakin memperkeruh suasana dan jauh dari menyelesaikan masalah.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi emosi pada diri kita sendiri. Bahkan dalam agama saya (Islam) juga mengajarkan tips tentang bagaimana cara mengontrol emosi kita agar akhirnya tidak merugikan diri kita sendiri. Nah, berikut ini saya akan share beberapa cara mengendalikan emosi pada diri sendiri yang saya himpun dari beberapa sumber termasuk juga wawancara terhadap beberapa orang rekan saya yang saya lihat jarang sekali marah dan terlihat selalu tersenyum.

Cara Mengendalikan Emosi pada Diri Sendiri

Cara mengatasi marah atau emosi bisa dilakukan dengan dua jenis cara, yaitu dengan mengondisikan hati dan pikiran dan yang kedua dengan mengondisikan situasi:

A. Mengondisikan Situasi

  1. Mengambil Posisi yang Lebih Rendah
    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, Rasulullah saw memberi nasehat:
    Apabila ada diantara kalian yang marah dalam posisi berdiri, maka hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.
    Hadis Nabi saw tersebut memang sangat logis karena jika dibalik, orang yang emosi dalam keadaan duduk, biasanya dia akan berdiri untuk menunjukkan emosinya yang semakin memuncak. Oleh karena itu, untuk meredamnya maka kita harus melakukan hal yang sebaliknya.
  2. Wudhu dan atau Mandi
    Orang yang emosi secara biologis akan mengalami peningkatan intensitas detak jantung secara tidak beraturan, sehingga ada juga ungkapan “naik darah” untuk orang yang sedang marah. Sehingga suhu tubuh akan meningkat dan dapat mengganggu logika berfikir seseorang sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang pada akhirnya akan mengakibatkan penyesalan yang tidak berujung. Wajar jika ada orang bilang “orang yang marah, maka setengah akalnya hilang”. Oleh karena itu, ketika marah, cobalah untuk mendinginkan tubuh dulu dengan wudhu atau mandi.
  3. Tarik Nafas panjang lalu Istighfar
    Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa menarik nafas panjang memiliki banyak manfaat, diantaranya: meredakan stres, mengurangi rasa cemas dan gugup, memperbaiki sirkulasi darah, membantu detoxifikasi dan juga meredam amarah. Jadi ketika marah, cobalah untuk menarik nafas dan dalam lalu keluarkan perlahan-lahan sembari beristighfar.
  4. Curhat
    Curahan hati (curhat) adalah menceritakan beban masalah yang sedang kita hadapi kepada orang lain. Curhat tidak selamanya untuk meminta solusi, tapi bisa juga untuk meminta dukungan atau support agar kita bisa lebih percaya diri dalam menghadapi masalah. Jadi cobalah untuk bercerita kepada orang lain yang paling bisa dipercaya agar perasaan dan emosi Anda bisa lebih plong.

B. Mengondisikan Hati dan Pikiran. 

  1. Ingatlah Betapa Banyak Nikmat yang kita dapatkan.
    Ada sebuah tips dari salah satu narasumber saya yang menurut saya sangat berkesan dan selalu saya ingat ketika emosi saya mulai tinggi karena orang lain atau karena keadaan yang sepertinya sedang tidak berpihak. Dalam situasi emosi karena kesalahan orang lain atau musibah dan sakit yang menimpa diri kita, maka ingatlah bahwa rasa sakit dan kerugian yang kita rasakan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan nikmat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Jadi tidak pantas rasanya ketika Allah mengambil satu dari jutaan bahkan triliunan nikmat dari kita kemudian kita marah atau emosi.
  2. Bayangkan kita pada Posisi Orang yang membuat kita Marah.
    Seringkali yang membuat kita marah bukan keadaan tetapi orang lain. Dari orang jauh seperti Presiden dengan kebijakan yang merugikan kita misalnya sampai orang dekat seperti orang tua, anak-anak, teman, tetangga dan yang lebih sering dengan pasangan kita, terutama suami isteri. Jika mereka berbuat kesalahan yang tidak disengaja atau berbeda pendapat dengan kita, cobalah untuk memposisikan diri kita pada posisi mereka. Pahami posisi mereka yang sebenarnya tidak ingin melakukan kesalahan akan tetapi karena ketidakmampuan mereka sehingga kesalahan itu pun harus terjadi. Dengan demikian kita akan lebih mengerti dan lebih toleran sehingga emosi kita pun dapat kita redam.
  3. Bersyukurlah karena kita bukan orang yang membuat Marah.
    Lalu bagaimana jika orang lain tersebut melakukannya secara sengaja untuk menyakiti kita? Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Ada laki-laki ada perempuan, ada langit ada bumi, begitu juga ada yang baik hati dan juga ada jahat yang selalu membuat orang lain merasa tidak nyaman. Itu sudah hukum alam, bahwa sekecil apapun sebuah komunitas, pasti ada saja orang jahat. Coba ingat kembali waktu masa sekolah dari SD sampai bangku kuliah? pasti Anda akan terbayang salah seorang teman yang selalu bikin ulah dan reseh. Jadi ketika Anda menghadapi orang seperti ini, maka tidak usah emosi dan justru seharusnya berterima kasih kepadanya karena sudah mau memerankan perannya sebagai orang yang jahat atau ngeselin. Bersyukurlah Allah tidak mentakdirkan kita untuk memerankan orang jahat karena menjadi orang jahat sebenarnya tidaklah mengenakkan. Di dunia dibenci banyak orang dan kemungkinan di akhirat masuk neraka karena kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya kepada orang lain.

Demikianlah tips singkat tentang bagaimana cara mengendalikan emosi pada diri kita sendiri. Saya tidak bermaksud melarang kita untuk emosi atau marah karena itu adalah anugerah, saya hanya berpesan kontrollah emosi kita agar tidak menjadi bumerang yang merugikan diri kita sendiri. Semoga bermanfaat dan jika Anda menyukai tips ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau meninggalkan komentar berupa saran dan tips mengatasi emosi lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Share yuk:
Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Kabari saya jika