Teknik Penulisan dan Contoh Daftar Pustaka yang Benar

CaraPedi.com| Cara atau Teknik Penulisan dan Contoh Daftar Pustaka yang Benar – Daftar pustaka merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa lepas dari sebuah karya tulis ilmiah seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi, buku, jurnal dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk memberitahu pembaca mengenai daftar referensi yang dijadikan sumber oleh penulis dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah, sehingga pembaca dapat menelusuri materinya untuk mencari kebenaran tulisan atau untuk mempelajarinya secara lebih mendalam dengan mencari sumbernya secara langsung.

Lain sumber, maka lain pula teknik penulisannya. Penulisan sumber yang berasal dari buku contohnya, tentu akan berbeda cara penulisannya dengan sumber yang kita ambil dari internet. Oleh karena itu, pada artikel ini, saya akan mengulas tentang teknik penulisan daftar pustaka yang benar sesuai EYD selengkap mungkin. Jika ternyata masih ada yang luput, mohon perhatian pembaca untuk menanyakannya di kolom komentar.

Teknik Penulisan Daftar Pustaka

  1. Nama:
    • Nama pengarang ditulis mulai dari nama yang paling belakang diikuti dengan tanda koma kemudian nama depan. Contoh:
      Royhan Ahmad Farros, maka menjadi > Farros, Royhan Ahmad.
    • Sebutan gelar sosial dan akademik pengarang tidak perlu dicantumkan. Contoh:
      Prof. Dr. H. Royhan Ahmad Farros, MH, maka cukup ditulis > Farros, Royhan Ahmad.
    • Bila penulisnya dua orang, maka yang dibalik hanyalah nama penulis pertama saja. Contoh:
      Edi Pramono dan Siti Suryani, maka menjadi > Pramono, Edi dan Siti Suryani.
    • Sumber daftar pustaka yang tidak ada nama pengarangnya ditulis nama lembaga atau instansi yang menerbitkannya tanpa dibalik. Contoh:
      Mahkamah Agung. 1999. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Jakarta: ttp.
  2. Judul Sumber:
    • Judul karya tulis berupa buku, harus dicetak miring (italic).
    • Judul artikel atau makalah ditulis dengan diapit apostrof (tanda petik) ganda (“…..”) tanpa dicetak miring.
    • Judul artikel yang bersumber dari internet harus dicetak miring.
  3. Tata Letak:
    • Penyajian daftar pustaka menggunakan jenis baris menggantung (hanging indent) yaitu baris keduanya menjorok tiga karakter atau sekitar 7 ketukan spasi. Contoh silahkan lihat di contoh point 8 di bawah ini
    • Dalam menulis sebuah sumber harus diketik dengan jarak 1 spasi, sedangkan jarak antara satu sumber dengan sumber lainnya diberi jarak 2 spasi
    • Setiap bagian dipisahkan dengan tanda titik (.) bukan koma (,)
    • Referensi pustaka yang bersumber dari internet harus ditulis dengan urutan sebagai berikut:
      Nama penulis. Tahun upload tulisan. Judul tulisan. Alamat (url/tautan) artikel. (Tanggal, bulan, dan tahun diunduh).
    • Daftar Pustaka disusun secara urut berdasarkan Alfabetis (A-Z) dan tidak beri nomor. Contoh:
      Ahmad, Busro. 2015. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Gramedia.
      Badaruddin, Ahmad. 2009. Hukum Acara Perdata. Jakarta: Gema Insani Press.

Contoh Daftar Pustaka

Mengenai contoh daftar pustaka yang lengkap dari berbagai sumber, Anda dapat melihat dan mendownloadnya dalam bentuk word sehingga Anda tinggal mengeditnya tanpa perlu menyetting ulang dari nol di artikel saya: Contoh Daftar Pustaka yang Baik sesuai EYD.

Demikianlah penjelasan tentang cara atau teknik penulisan daftar pustaka yang baik berikut dengan contohnya. Semoga bermanfaat. Jika Anda menyukai artikel ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini agar teman jejaring sosial Anda dapat ikut mempelajari materi ini. Terima kasih.

Tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.