Tips Cara Mendidik Buah Hati Agar Menjadi Anak Shaleh

Carapedi.com| Anak adalah amanah dari Allah swt. Kelak di akhirat kita pasti akan dimintai pertanggunjawaban dalam menjalankan amanahNya tersebut. Anak yang sholeh dan sholehah pun tentu menjadi dambaan kita semua para orang tua. Oleh karena itu, maka didiklah buah hati Anda sejak dini, sejak usia masih balita sekalipun.

Berikut tips cara mendidik buah hati agar menjadi anak yang Shaleh dan shalehah:

  1. Berikanlah Contoh/Tauladan yang baik.
    Anak kecil bak selembar kertas yang masih kosong belum terisi dengan coretan dan goresan tinta anak-pintarkehidupan. Anak kecil juga dibekali rasa keingintahuan (curiousity) lebih tinggi daripada orang dewasa. Tanpa kita suruhpun, anak kecil akan berusaha meniru perbuatan orang-orang sekitarnya walaupun ia belum tahu apa yang ia lakukan benar atau salah. Oleh karena itu, cara pertama dan paling utama dalam mendidik anak terutama yang masih kecil adalah memberi tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Biarkan ia bermain di sisi Anda ketika Anda sedang shalat, biasakanlah membaca al-Qur’an ketika ia bermanja-manja di pangkuan Anda, bacalah buku walaupun hanya sebentar, berdoalah dengan suara (tidak dalam hati) ketika hendak melakukan sesuatu. InsyaAllah ia akan merekam dan menirukannya.

    Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

  2. Ajari Disiplin Sejak Dini.

    Segala sesuatu akan menjadi ringan jika kita membiasakan diri. Sebaliknya suatu pekerjaan terlebih adalah kewajiban menjadi berat ketika kita baru memulainya. Ajarilah anak untuk selalu melakukan apa yang menjadi tugasnya, tentu sebatas kemampuannya. Bangunkanlah di pagi hari untuk menjalankan shalat subuh, buatlah jam wajib belajar di rumah, tuntun untuk menghafalkan surat-surat pendek, ajari cara menggunakan barang dengan baik dan benar, dsb. Ingat! untuk memulai sebuah pekerjaan yang belum terbiasa adalah hal yang sulit, termasuk anak-anak. Jadi jangan merasa kasihan atau tidak tega untuk mengajarkan anak tentang disiplin waktu dan kerja. Karena tentu akan menjadi lebih sulit untuk mengajarkan kedisiplinan jika ia sudah dewasa.

    Belajar di waktu kecil bak mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.

  3. Jauhkanlah dari Hal-hal yang Buruk.
    Lingkungan sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak. Lingkungan tidak hanya terbatas pada ruang lingkup interaksi buah hati dengan teman sepermainannya, namun juga interaksinya dengan media lain seperti televisi, handphone, komputer dsb. Jangan biarkan anak melihat televisi yang tengah menayangkan program yang tidak mendidik atau pada saat jam belajar. Kontrol media anak untuk mengakses internet seperti handphone dan komputer. Bukan hal yang melanggar privasi anak jika itu dilakukan untuk kebaikannya seperti yang diajarkan orang barat untuk menghargai privasi orang lain termasuk pada anak sendiri yang belum bisa mandiri. Kenalkanlah buah hati pada anak seusianya yang memiliki karakter yang baik, dan mintalah ia untuk menjauhi berteman dengan anak-anak yang berkelakuan buruk.

    Teman yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Demikianlah tips sederhana cara mendidik buah hati agar menjadi anak yang shaleh/shalehah. Semoga bermanfaat. Like dan Tweet Anda untuk artikel ini adalah semangat kami untuk terus memberikan informasi yang bermanfaat. Terima Kasih.

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.