Tips Cara Memenangkan Sengketa Hak Asuh Anak

cara memenangkan sengketa hak asuh anak

CaraPedi.com| Cara Memenangkan Sengketa Hak Asuh Anak – Pada salah satu blog konsultasi-hukum.com, saya banyak menerima pertanyaan tentang bagaimana caranya agar bisa memenangkan sengketa hak asuh anak (atau yang dalam bahasa arab dikenal dengan hak hadlonah) sebagai akibat adanya perceraian. Sebenarnya hak asuh anak merupakan kewajiban orang tua sekalipun keduanya sudah bercerai, hanya saja memang insting orang tua untuk bisa selalu bersama dengan buah hatinya menjadikan persoalan tersendiri bagi orang tua yang sudah berpisah untuk berupaya sebisa mungkin mendapatkan hak asuh anak.

Pada dasarnya, anak yang belum berusia 12 tahun (mumayyiz) sebagaimana disebutkan dalam pasal 105 ayat (a) Kompilasi Hukum Islam Pemeliharaan anak adalah menjadi hak milik ibunya:

Dalam hal terjadinya perceraian :
a. Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya;

Namun jika sudah berumur 12 tahun atau lebih, maka hak asuh diberikan kepada anak untuk memilih apakah ingin memilih untuk ikut ayah atau ibunya (vide 105 ayat (b) KHI):

b. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaanya;

Namun untuk masalah biaya perawatan anak tetap menjadi tanggung jawab seorang ayah. Dari pasal tersebut, jika Anda seorang ibu dan tidak memiliki record yang buruk dalam masalah moral atau ahlak, maka Anda bisa bernafas lega. Namun jika tidak, Anda akan berhadapan dengan pasal di bawah ini.

Pada pasal berikutnya, yakni pasal 156 ayat (c) KHI disebutkan:

Apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, meskipun biaya nafkah dan hadhanah telah dicukupi, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama dapat memindahkan hak hadhanah kepada kerabat lain yang mempunyai hak hadhanah pula.

Pasal inilah yang biasanya dijadikan sebagai dasar hukum bagi seseorang untuk memindahkan hak asuh anak dalam kekuasaannya. Artinya jika mantan suami atau seorang ayah ingin memindahkan hak asuh anak dari ibunya, maka ia harus mampu membuktikan baik dengan bukti tertulis, maupun saksi-saksi yang mengetahui dan menyaksikan secara langsung bahwa sang ibu tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak karena tabiat buruknya dalam mendidik anak, misalnya suka membentak, mencaci maki, bahkan melakukan kekerasan fisik kepada sang anak. Tidak melakukan hal-hal tersebut namun memberikan contoh yang buruk seperti misalnya terlalu boros dalam memanage keuangan keluarga, gaya hidup yang tidak baik bagi perkembangan moral sang anak juga bisa dijadikan dasar untuk memindahkan atau memenangkan sengketa hak asuh anak.

Cara Memenangkan Sengketa Hak Asuh Anak

Beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk menghadapi sengketa hak asuh anak di antaranya adalah:

  1. Dokumen
    Dokumen terkait baik berupa akta kelahiran, slip gaji, salinan putusan yang telah berkekuatan hukum dalam hal telah terjadi perceraian atau jika perkara hak asuh anak tidak diajukan bersama-sama dengan perkara cerainya dan dokumen terkait lainnya.
  2. Susun Dalil yang Kuat
    Selain dokumen hal terpenting yang harus dipersiapkan tentu adalah dalil atau alasan yang kuat untuk diajukan atau disampaikan pada saat persidangan. Beberapa dalil yang bisa diajukan di antaranya:

    • Lingkungan tempat tinggal (termasuk sikap keluarga dan orang yang tinggal di sekitarnya) mantan suami/istri yang tidak cocok untuk tumbuh kembang jasmani dan rohani anak.
    • Keyakinan atau agama suami/istri jika salah satunya murtad.
    • Perangai atau sikap dan kebiasaan mantan suami/istri yang tidak baik terutama dalam memperlakukan anak.
    • Cara mantan suami/istri mengelola keuangannya yang tidak baik (boros).
    • Dalam hal sudah terjadi perceraian, kemudian mantan suami atau istri menghalang-halangi salah satu orang tua yang tidak mengasuh secara langsung untuk bertemu.
    • Mantan suami/istri tidak mengasuhnya secara langsung, semisal jika mantan suami/istri bekerja di luar negeri kemudian anak tersebut dititipkan kepada bibinya.
    • Dan lain sebagainya.
  3. Saksi-saksi
    Hal terakhir yang sangat penting juga adalah saksi-saksi yang akan diajukan di hadapan persidangan. Poin ini penting untuk disiapkan karena dalam perkara perdata termasuk dalam sengketa hak asuh anak, yang menentukan siapa yang menang adalah siapa yang paling kuat dalam membuktikan dalil-dalil yang diajukan di depan persidangan. Oleh karena itu, pastika Anda bisa mendapatkan saksi-saksi minimal 2 orang (lebih dari dua tentu lebih baik) yang melihat atau menyaksikan langsung yang dapat memperkuat dalil atau alasan Anda.

Jika Anda baru berencana mengajukan sengketa hak asuh anak dan membutuhkan bantuan untuk membuat surat gugatannya, Anda bisa menghubungi kami melalui Whatsapp di nomor: 0 delapan 1 tiga 2 enam 9 satu delapan 8 lima 5 dengan format: Nama*Kota*Agama*AlamatEmail. Biaya yang dikenakan adalah sebesar Rp.400.000,- (50% dibayar dimuka dan 50% setelah Anda menerima surat gugatan).

Demikianlah penjelasan singkat tentang bagaimana cara memenangkan sengketa hak asuh anak. Yang terpenting dari itu semua dan perlu untuk Anda renungkan adalah yang terbaik bagi anak itu sendiri bukan bagi orang tua. Semoga bermanfaat. Jika Anda menyukai artikel ini mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini. Terima kasih.

Share yuk:
Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

37
Komentar

29 Comment threads
8 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
5 Comment authors
  Subscribe  
terbaru terlama
Kabari saya jika
Andri

Maaf pak saya mau nanya kalo misalnya saya mengajukan hak asu anak tapi anak saya baru berumur 5 bulan, karena menurut saya ibunya tidak bisa mengurusnya dengan benar terkadang saya sering lihat anak segitu diomelin karena tidak mau tidur siang terkadang juga dia lebih asik tidur pas anaknya sudah bangun dan juga dia suka tidak mengasih asihnya kepada anak itu kalo tidak saya omelin dia tidak bakal ngasih
Apakah saya sebagai ayah berhak untuk mengambil anak saya pak ?
Mohon untuk penjelasannya pak

Anti Dukun

Yth Admin Carapedi.com, ni kasus dialami oleh adik saya , awalnya adikku & suaminya ikut2 pengajian ternyata menyesatkan, adik ku sadar dg hal tsb langsung di konsultasikan dg Ulama setempat & pd akhirnya terbongkar lah, namun suaminya masih tetap membela nya pada akhirnya disaat usia kandungan adik ku 4 bulan dia pisah ranjang & usia kandungan 8 bulan di cerai secara agama, & tdk bertanggungjawab. ni suami yg kayk gini sebaiknya diapain ya ?

Neeta Fernita

bagaimana kalau posisinya suami yang akan menggugat cerai istri, tetapi disini si istri masih ingin mempertahankan pernikahannya demi anak, tetapi disisi lain si suami sudah tdk lagi menafkahi baik lahir maupun batin selama 9 bulan lebih, dalam kondisi ini si suami lebih mendengarkan omongan dari maaf (orangtua dan saudaranya) ketimbang menanyakan kepada si istri, bahkan si suami juga sudah (koar) di sosmed dengan membuat status yg (mengata-ngatai) si istri.
(posisi suami sedang berlayar).

terima kasih, di tunggu jawabannya

Yudi Andrez

selamat mala mas bolehkah sya bertnya bgaimna bila anak baru berumur 1 setngh tahun jdi mlik hak asuh seorn ayah krna seorng istri nya tdak mnjaga ucpan nya terhdap ai anak mohon pencwrahan nya

Diahh Ayu

Au pnya anak berumur 1th skrg ada pd sya tp sbntr lg aku akn prgi merantau,, tp aku menginginkan anak d asuh ibu saya,,,apakah bisa ?