Cara Halal Dapatkan Uang Dari Penipu Online

cara halal dapatkan uang dari penipu

CaraPedi.com| Artikel cara halal dapatkan uang dari penipu online ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya pribadi. Kisah ini saya tulis setelah 3 kali berhadapan dengan modus penipuan yang sama hanya sedikit perbedaan variasi. Saya katakan bahwa uang yang kita dapatkan dari si penipu adalah halal karena memang pekerjaan yang mereka tawarkan berupa jasa like postingan dan meningkatkan follower akun media sosial. Dan di bawah ini saya tunjukkan bukti transfer mereka untuk pembayaran like dan follow yang sudah kita lakukan:

Lalu bagaimana dimana letak penipuannya? atau bagaimana cara mereka melakukan penipuan? simak penjelasan kronologis lengkap saya berikut ini:

Cara Halal Dapatkan Uang dari Penipu Online

  1. Penipu akan secara random menghubungi calon korbannya melalui nomor whatsapp dengan mengatasnamakan diri sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa like dan follow. Jadi kita tidak bisa menghubungi penipunya lebih dulu untuk mendapatkan pekerjaan ini, namun merekalah yang menemukan kita. Terkadang mereka menghubungi melalui pesan teks terkadang langsung menelpon via whatsapp secara langsung.
  2. Jika setelah kita menerima penawaran pekerjaan tersebut, selanjutnya kita akan diminta untuk menghubungi seseorang dan meminta kita untuk menyebutkan nama orang yang menghubungi kita pertama kali. Jadi seolah-olah peran orang yang pertama menghubungi kita adalah pencari pekerja, kemudian peran orang kedua adalah sebagai admin yang akan memberikan pekerjaan dan juga melakukan pembayaran komisi setelah kita melaksanakan tugas. Calon korban akan dimintai identitas berupa nama dan nomor rekening untuk pembayaran komisi.
  3. Pada awalnya tugas yang diberikan terlihat normal, sang admin memberikan tugas dengan mengirimkan link sebuah akun media sosial untuk difollow dan like salah satu postingannya, lalu kita mengerjakan dan mengirim tangkapan layar (screenshot) kepada admin, kemudian admin akan melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening yang telah kita informasikan. Kita sebut saja ini tugas reguler.
    Setelah calon korban mendapatkan pembayaran komisi, mulai terbangunlah kepercayaan calon korban bahwa pekerjaan yang mereka tawarkan betul-betul nyata dan bukan penipuan, karena nyata-nyata mereka melakukan pembayaran komisi atas tugas yang diberikan kepada kita.
  4. Setelah calon korban menjalankan beberapa kali tugas reguler (berangkat dari 3 kali pengalaman saya, biasanya 5 kali tugas), mereka akan menawarkan tugas tambahan yaitu dengan melakukan deposit sejumlah uang (semacam investasi) dengan iming-iming dalam waktu kira-kira kurang dari 10 menit uang tersebut akan kembali lagi kepada kita berikut keuntungan yang telah diperjanjikan di awal.
    Besarannya pun sudah mereka tentukan dalam beberapa pilihan. Semisal opsi pertama deposit/investasi Rp750.000,-, maka akan kembali Rp1.000.000, opsi kedua Rp1.500.000,- akan kembali menjadi Rp2.250.000,- dan seterusnya. Intinya, semakin besar uang yang kita invenstasikan, maka semakin besar pula keuntungan yang akan kita dapatkan. Dan 3 kali kasus saya coba ikuti, “investasi” pertama ini selalu kembali berikut keuntungannya (kalau ini saya tidak tahu bagaimana hukum mengambil keuntungan tersebut? yang tahu silahkan tulis di kolom komentar).
  5. Setelah tugas tambahan selesai dikerjakan, kemudian kembali lagi diberi tugas reguler yaitu like dan follow akun media sosial. Biasanya mereka akan memberikan komisi yang lebih besar dari yang sebelumnya, jika tugas pertama hanya Rp10.000,-, maka tugas reguler setelah tugas tambahan akan naik menjadi Rp30.000,- bahkan kasus yang pertama saya dibayar sampai Rp60.000,- per tugas. Tujuannya adalah untuk memupuk kepercayaan calon korban sekaligus memancing sifat tamak/rakus calon korban ketika mendapatkan tugas tambahan berikutnya.
  6. Setelah calon korban benar-benar percaya, pada fase inilah mereka mulai melakukan aksinya. Selesai mengerjakan beberapa tugas reguler, mereka akan memberikan tugas tambahan lagi. Jika tugas tambahan pertama kita hanya diminta untuk memilih salah satu dari besaran investasi yang ditawarkan dan nilainya juga tidak terlalu besar, maka kali ini kita akan diminta untuk investasi, biasanya sebanyak 2-3 kali berturut-turut dan dijanjikan akan dikembalikan berikut keuntungannya setelah dikerjakan semua. Semisal investasi pertama Rp1.500.000,- dan dijanjikan kembali Rp2.250.000,-, maka setelah kita mentrasfer uang kepada mereka, uang yang sudah kita “investasikan” tersebut tidak akan langsung dilakukan pengembalian berikut keuntungannya seperti yang pertama, namun kita harus terlebih dahulu melalukan investasi berikutnya sampai 2 atau 3 kali dengan nilai yang semakin besar. Karena kepercayaan sudah terbangun begitu kuat, biasaya calon korban akan mengikutinya tanpa ragu. Dan setelah 3 kali mentransfer dengan besaran yang berbeda-beda, mereka kemudian kabur.
    Anda pasti berfikir saya juga tertipu kan? ya, betul :D, tapi saya sengaja mengikutinya sampai tranferan yang pertama saja demi untuk mengetahui cara kerja mereka dan bisa sharing pengalaman ini. Setelah kejadian yang pertama, saya dihubungi lagi oleh nomor yang berbeda tapi dengan variasi yang agak sedikit dirubah tapi pada intinya sama. Nah pada kasus kedua dan ketiga saya hanya mengikuti sampai pada tugas reguler saja. Setelah saya mendapatkan komisi dari like and follow postingan yang mereka bagikan linknya, dan mulai diminta untuk mengerjakan tugas berupa investasi, saya yang kabur :).
    Baca Juga: Cara melaporkan penipuan online.

Demikianlah sedikit sharing pengalaman saya ketika berhadapan dengan penipu yang berkedok jasa follow dan like postingan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke keluarga dan teman-teman sekalian agar tidak menjadi korban berikutnya. Terima kasih.

Share yuk:
Subscribe
Kabari saya jika
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments